Sabtu, 16 Mei 2009

Fishing

Conventional Fishing offers a wide assortment of fishing, milling and cutting tools and a variety of specialty tools.

  • Accessory Tools - Accessory tools are a line of tools and equipment that either augment existing core services tools and equipment or stand alone to enhance Baker Hughes total service package to our customers.
  • Cutting Structure - METAL MUNCHER™ carbide insert and Opti-Cut are milling tools which have increased penetration rates and mill life.
  • Internal / External Engagement Tools - Internal and External Engagement Tools provide an alternate means of reconnecting to the fish.
  • Internal External Cutter Tools – Internal Cutters are for multi-string cutting of casing associated with well abandonment, down to single-string cutters used for production tubing. External cutters are generally used when the ID of the tubing or small casing has become plugged.
  • Milling Washover - Mills and Shoes remove metal, cement or other debris that has become lodged in the wellbore.
  • Packer Milling Retrieving - Packer Milling and Retrieval tools provide a means of milling and recovering packers in one run.
  • Specialty - Specialty tools are tools or equipment that are designed to perform specific task within a narrow area of intervention services.

Baca selengkapnya disini......

Pertamina EP Temukan Gas di Sumur Matindok

Jakarta, IEW – PT Pertamina EP (Eksplorasi dan Produksi) kembali menemukan gas 12 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) melalui sumur pemboran Matindok 2 (MTD-2) di Lapangan Matindok, Sulawesi Tengah. Penemuan tersebut menambah potensi gas yang bisa diproduksikan dari Lapangan Matindok. “Sebelumnya, dari sumur MTD-1 ditemukan hasil sebanyak Sembilan MMSCFD,” kata M. Harun, Manager Humas Pertamina EP, di Jakarta, Jumat (03/04/2009).

Menurut dia, Pertamina EP akan menambah dua sumur tambahan yakni MTD-3 dan 4 pada tahun 2010-2011. Rencana pengembangan (plan of development/POD) Matindok telah disetujui Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) pada 24 Desember 2008. “Hasil gas Matindok akan dikirim ke Kilang Donggi Senoro LNG yang dioperasikan PT DS LNG pada tahun 2012-2013,” kata Harun.

Dari total komitmen, lanjut Harun, pasokan Matindok sebesar 85 MMSCFD, dipenuhi dari Donggi sebesar 50 MMSCFD, Matindok 20 MMSCFD, dan Maleo Raja 15 MMSCFD.




Produksi gas Pertamina EP mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2006, produksi gas mencapai 955 MMSCFD, tahun 2007 naik menjadi 980 MMSCFD, dan tahun 2008 meningkat lagi menjadi 1.003 MMSCFD. “Tahun 2009 Pertamina EP menargetkan produksi gas mencapai 1.123 MMSCFD,” kata Harun.

Produksi minyak Pertamina EP juga mengalami peningkatan sejak 2003 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata (Capital Average Gross Ratio/CAGR) mencapai 3,1 persen dari level produksi 95,6 ribu barel per hari (MBOPD) di 2003 menjadi 102,2 MBOPD tahun 2006.

Tahun 2007, produksi minyak naik 6,7 persen menjadi 110,3 MBOPD dan kembali naik tahun 2008 menjadi 116,6 MBOPD. Menurut Harun, pada 2009, Pertamina EP menargetkan tingkat pertumbuhan
produksi minyak sebesar 6,2 persen dengan target produksi 125,5 MBOPD.




Free Signature Generator

Free Signature Generator

Baca selengkapnya disini......

Net Impact Migas 2009 Surplus Rp 6 Triliun


JAKARTA,SELASA - Net impact atau perhitungan selisih antara penerimaan dan anggaran belanja pemerintah pusat di sektor minyak dan gas diperkirakan akan surplus sekitar Rp 6 triliun pada tahun 2009. Ini dimungkinkan karena asumsi harga minyak mentah Indonesia dalam Rancangan APBN 2009 diperkirakan akan menurun sebesar 10 dollar AS, dari 140 dollar AS per barrel ke 130 dollar AS per barrel.

"Setiap penurunan harga sebesar 1 dollar AS per barrel akan menaikkan surplus net impact migas sebesar Rp 600 miliar. Dengan demikian, surplus net impact migas tahun depan diperkirakan mencapai Rp 6 triliun," ujar Kepada Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu di Jakarta, Selasa (29/7).

Baca selengkapnya disini......

Jumat, 15 Mei 2009

Packer & alat pengambil fish

Packer Milling and Retrieval tools provide a means of milling and recovering packers in one run. As a general rule, permanent packers are milled with a packer shoe that has an ID that is 1/16-in. bigger than the OD of the mandrel and an OD at casing drift. After milling down to the top slips the packer can usually be pulled from the well. For retrievable packers that will not release, it is recommended to run a shoe with a large ID and an OD at drift. With retrievable packers, it is normal to mill down to the top slips before the packer can be pulled. There are two categories of packer recovery tools: one type engages the top of the packer and the other engages the bottom. Itco spears and taps engage the top of the packer while mechanical or hydraulic PRTs run below the packer into the millout extension and engage the packer from the bottom. Boot Baskets and jars are recommended in all packer milling and recovery operations.

  • CJ, CB, CC Packer Milling Tools - Three different but related models of the Baker Packer Milling Tools are available for milling-over retainer production packers, cement retainers and bridge plugs.
  • CK Packer Milling Tool - The CK Packer Milling Tool is used to mill over and retrieve retainer production packers with seal bore extensions, pup joints, landing nipples, etc.
  • M J-Joint - The M J-Joint is used in conjunction with a washover assembly to burn-over and retrieve packers in one trip.
  • MB Packer Retrieving Tool - The Model MB Packer Retrieving Tool burns over and retrieves packers without milling extensions, cement retainers and bridge plugs.
  • Quick Pick Packer Milling System - The Quick Pick Packer Milling System is for milling packers in the shortest possible time and retrieving them in one trip.

Baca selengkapnya disini......

Pendapatan Migas Blora Turun 36,67 Persen


BLORA, RABU — Pendapatan daerah bagi hasil minyak dan gas bumi Kabupaten Blora turun 36,67 persen. Pada 2007, Kabupaten Blora memperoleh bagi hasil berdasarkan perhitungan lifting atau minyak mentah siap jual sebesar Rp 3 miliar, sedangkan pada 2008 Rp 1,9 miliar.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Kabupaten Blora Heru Sutopo, Rabu (21/1) di Blora, mengatakan tidak mengetahui secara pasti faktor penyebab penurunan itu. Dipenda hanya menerima bagi hasil itu sesuai besaran yang ditentukan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) tanpa ada keterangan.

"Sebenarnya, kami mempertanyakan penurunan itu mengingat harga minyak sempat melambung tinggi. Namun, tidak ada penjelasan apa-apa dari BP Migas," kata dia.

Heru memperkirakan salah satu faktor penyebabnya adalah kesalahan BP Migas dalam menghitungkan lifting. Saat ini, kasus selisih perhitungan itu masih dalam penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Pada medio 2008, Indonesia Corruption Wacth (ICW) dalam kajiannya menduga ada perbedaan signifikan antara realisasi penerimaan minyak dalam APBN dan penerimaan yang seharusnya. Dalam perhitungan ICW, terdapat selisih hingga lebih dari Rp 194 triliun selama tahun 2000-2007. Perhitungan itu antara lain didasarkan data primer dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan hasil audit Badan Pengawas Keuangan (Kompas, 10 Juli 2008).

"Sebenarnya, hampir setiap perwakilan daerah tidak terima mendapat bagi hasil yang lebih kecil ketimbang tahun kemarin," ujar Heru.

Meskipun begitu, Dipenda tetap berupaya mendongkrak pendapatan di sektor migas. Misalnya di bidang pengelolaan sumur-sumur minyak tua yang mulai diminati sejumlah koperasi unit desa dan investor.

Berdasarkan inventarisasi PT Blora Patra Energi tahun 2008, terdapat 608 sumur yang tersebar di enam kecamatan, yaitu Kecamatan Kunduran, Todanan, Cepu, Jiken, Jepon, dan Japah. Dari jumlah itu, baru 137 sumur yang ditemukan dan akan diolah.

Secara terpisah, peneliti senior Lembaga Penelitian dan Aplikasi Wacana (LPAW) Blora Kunarto Marzuki meminta Dipenda mengawali gerakan transparansi pengelolaan migas dengan meminta kejelasan bagi hasil migas ke BP Migas. Misalnya terkait hitung-menghitung bagi hasil dan faktor penyebab penurunan.

"Dipenda dapat mengklarifikasi penurunan pendapatan migas itu melalui pendekatan atau lobi. Bahkan kalau BP Migas tidak memberi informasi itu, Dipenda harus berani bersitegang atau menuntut lebih. Pasalnya uang itu adalah uang rakyat," kata dia.

Baca selengkapnya disini......

Biography for Angelina Jolie



Birth Name
Angelina Jolie Voight

Nickname
Angie
Catwoman
Ange
AJ

Height
5' 8" (1.73 m)

Mini Biography

Growing up in Los Angeles, Jolie was no stranger to the film industry, being the daughter of Academy Award-winning actor Jon Voight. She later trained and performed at the Lee Strasberg Theatre Institute, where she was seen in several stage productions.

She worked as a professional model in London, New York and Los Angeles, and has also appeared in music videos for such artists as Meat Loaf, Lenny Kravitz, Antonello Venditti and The Lemonheads. In addition, she has acted in five student films for the USC School of Cinema, all directed by her brother, James Haven.
IMDb Mini Biography By: finityj

Mini Biography

Angelina Jolie is an Oscar-winning actress who has become popular by taking on the title role in the "Lara Croft" series of blockbuster movies. Off-screen, Jolie has become prominently involved in international charity projects, especially those involving refugees. She often appears on many "most beautiful women" lists, and she has a personal life that is avidly covered by the tabloid press.

In her earliest years, Angelina began absorbing the acting craft from her parents - her father is the Oscar-winning actor Jon Voight and her mother is Marcheline Bertrand, who had studied with Lee Strasberg. At age 11, Angelina began studying at the Lee Strasberg Theatre Institute. She undertook some film studies at New York University and later joined the renowned Met Theatre Group in Los Angeles. At age 16, she took up a career in modeling and appeared in some music videos. Her exotic good looks may derive from her mixed ancestry which is Czech, French-Canadian, Iroquois and English.

In the mid-1990s, Jolie appeared in various small films where she got good notices, including Hackers (1995) and Foxfire (1996). Her critical acclaim increased when she played strong roles in the made-for-TV movies True Women (1997) (TV), and in George Wallace (1997) (TV) which won her a Golden Globe award and an Emmy nomination. Jolie's acclaim increased even further when she played the lead role in the HBO production Gia (1998) (TV). This was the true life story of supermodel Gia Carangi, a sensitive wild child who was both brazen and needy and who had a difficult time handling professional success and the deaths of people who were close to her. Carangi became involved with drugs and because of her needle-using habits she became, at the tender age of 26, one of the first celebrities to die of AIDS. Jolie's performance in Gia (1998) (TV) again garnered a Golden Globe award and another Emmy nomination, and she additionally earned a SAG Award.

Angelina got a major break in 1999 when she won a leading role in the successful feature The Bone Collector (1999), starring alongside Denzel Washington. In that same year, Jolie gave a tour de force performance in Girl, Interrupted (1999) playing opposite Winona Ryder. The movie was a true story of women who spent time in a psychiatric hospital. Jolie's role was reminiscent of Jack Nicholson's character in One Flew Over the Cuckoo's Nest (1975), the role which won Nicholson his first Oscar. Unlike "Cuckoo", "Girl" was a small film that received mixed reviews and barely made money at the box office. But when it came time to give out awards, Jolie won the triple crown -- "Girl" propelled her to win the Golden Globe, the SAG Award and the Academy Award for best leading actress in a supporting role.

With her new-found prominence, Jolie began to get in-depth attention from the press. Numerous aspects of her controversial personal life became news. At her wedding to her Hackers (1995) co-star Jonny Lee Miller, she had displayed her husband's name on the back of her shirt painted in her own blood. Jolie and Miller divorced and in 2000 she married her Pushing Tin (1999) co-star Billy Bob Thornton. Jolie had become the fifth wife of a man twenty years her senior. During her marriage to Thornton, the spouses each wore a vial of the other's blood around their necks. That marriage came apart in 2002 and ended in divorce. In addition, Jolie was estranged from her famous father, Jon Voight.

In 2000, Jolie was asked to star in Lara Croft: Tomb Raider (2001). At first, she expressed disinterest, but then decided that the required training for the athletic role was intriguing. The Croft character was drawn from a popular video game. Lara Croft was a female cross between Indiana Jones and James Bond. When the film was released, critics were unimpressed with the final product, but critical acclaim wasn't the point of the movie. The public paid $275 million for theater tickets to see a buffed up Jolie portray the adventuresome Lara Croft. Jolie's father Jon Voight appeared in "Croft", and during filming there was a brief rapprochement between father and daughter.

One of the Croft movie's filming locations was Cambodia. While there, Jolie witnessed the natural beauty, culture and poverty of that country. She considered this an eye opening experience, and so began the humanitarian chapter of her life. Jolie began visiting refugee camps around the world and came to be formally appointed as a Goodwill Ambassador for the United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). Some of her experiences were written and published in her popular book "Notes from My Travels" whose profits go to UNHCR.

Jolie has stated that she now plans to spend most of her time in humanitarian efforts, to be financed by her actress salary. She devotes one third of her income to savings, one third to living expenses and one third to charity. In 2002, Angelina adopted a Cambodian refugee boy named Maddox and in 2005 adopted an Ethiopian refugee girl named Zahara. Jolie's dramatic feature film Beyond Borders (2003) parallels some of her real life humanitarian experiences although, despite the inclusion of a romance between two westerners, many of the movie's images were too depressingly realistic -- the film was not popular among critics or at the box office.

In 2004, Jolie began filming Mr. & Mrs. Smith (2005) with co-star Brad Pitt. The film became a major box office success. There were rumors that Pitt and Jolie had an affair while filming "Smith". Jolie insisted that because her mother had been hurt by adultery, she herself could never participate in an affair with a married man, therefore there had been no affair with Pitt at that time. Nonetheless, Pitt separated from his wife Jennifer Aniston in January 2005 and, in the months that followed, he was frequently seen in public with Jolie, apparently as a couple. Pitt's divorce was finalized later in 2005.

Jolie and Pitt announced in early 2006 that they would have a child together, and Jolie gave birth to daughter Shiloh that May. They also adopted a three-year-old Vietnamese boy named Pax. The couple continues to pursue movie and humanitarian projects.

Baca selengkapnya disini......

Kamis, 14 Mei 2009

Severus Snape

Severus Snape adalah guru Ramuan dan Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam dan kepala sekolah di Hogwarts dalam kisah Harry Potter. Dia berhidung bengkok seperti paruh elang, berambut klimis-hitam-pendek.

Dalam film-film Harry Potter, Snape diperankan oleh Alan Rickman.

Snape terlahir dari pasangan Tobias Snape, seorang Muggle, dan Eileen Prince yang penyihir. Masa kecil Snape jarang sekali disinggung dalam buku. Tapi di Harry Potter and the Order of the Phoenix ketika Harry belajar Occlumency dari Snape, dapat disimpulkan bahwa Snape sering kali menyaksikan, bahkan mungkin menjadi korban kekerasan ayahnya. Di saat remaja pun Snape adalah murid yang tidak populer karena kesukaannya pada ilmu hitam.

Snape satu angkatan di Hogwarts dengan James Potter, Sirius Black, Remus Lupin, dan Peter Pettigrew. Tapi Sirius dan James sangat membencinya, demikian pula sebaliknya. Di setiap kesempatan, mereka, terutama Sirius seringkali mengolok-olok Snape, baik secara mental maupun fisik.

Pada suatu hari, Sirius berencana untuk membuat lelucon yang berbahaya terhadap Snape. Sirius memberitahu Snape kemana Lupin pergi setiap bulan purnama, dengan harapan Snape akan terluka atau bahkan terbunuh ketika Lupin tengah bertransformasi menjadi manusia serigala. Snape yang serba-ingin-tahu bermaksud membuktikan hal ini. Tetapi di saat-saat terakhir James menghalangi Snape, menyelamatkan hidupnya. Meski demikian Snape telah melihat wujud Lupin sebagai manusia serigala. Snape berjanji pada Dumbledore untuk tidak memberitahu siapa pun tentang Lupin. Sejak itu Snape makin membenci Sirius, James, dan Lupin (meski sebenarnya Lupin tidak membencinya). Meski James menyelamatkannya, Snape menganggap itu demi kepentingan James sendiri, supaya tidak dikeluarkan dari Hogwarts. Kebencian ini terus berlanjut sampai mereka dewasa.

Sirius mengatakan pada Harry bahwa Snape yang masuk Slytherin, bergabung dengan geng Slytherin seperti Bellatrix and Rodolphus Lestrange, Avery, Wilkes and Evan Rosier, yang dikemudian hari menjadi Pelahap Maut. Snape adalah anggota Orde Phoenix, meskipun sampai saat ini kesetiaannya masih dipertanyakan. Baik Dumbledore maupun Voldemort beranggapan Snape ada di pihak mereka.

Dalam buku ketujuh, diungkapkan bahwa Snape sebenarnya mencintai dan berteman dengan Lily Evans sejak kecil, dan keduanya selalu bersama sampai masuk Hogwarts. Karena perbedaan pendapat dan salah faham, keduanya berpisah pada jalan masing-masing. Diungkapkan pula James membenci Snape sejak pertama kali bertemu di Hogwarts Express dan saling menghina. Karena laporannya pada Voldemort tentang Ramalan, membuat dia menyesali perbuatannya; Voldemort jadi mengejar Harry Potter, anak dari Lily Potter. Kemudian dia menemui Dumbledore dan mengubah kesetiaannya dari Pelahap Maut menjadi Orde Phoenix, dan menjadi mata-mata bagi Voldemort. Setelah kematian keluarga Potter, Snape bersumpah agar menjaga dan mengawasi Harry dan berubah menjadi menyayanginya (dia menangis setelah mengetahui bahwa Harry harus mati sebelum mengalahkan Voldemort), meskipun pada awalnya dia membenci Harry yang sangat mirip dengan ayahnya namun memiliki mata ibunya.

Kebencian Snape pada Harry sudah tampak sejak pertama kali mereka bertemu di Hogwarts. Bahkan Harry mengira Snape yang hendak mencuri Batu Bertuah. Snape menyelamatkan Harry ketika Quirell memantrai sapunya, namun Harry tetap membencinya. Begitu pun Snape, yang selalu mempersulit Harry dalam pelajaran, dan senantiasa mencari-cari kesempatan untuk mengeluarkan Harry dari Hogwarts.

Dalam Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, Snape membuatkan ramuan untuk Lupin setiap bulan, untuk mengurangi rasa sakit akibat transformasi menjadi manusia serigala. Hal ini mungkin atas suruhan Dumbledore, karena Harry seringkali mendapati Snape "menatap jijik" pada Lupin. Terbukti di akhir tahun ajaran, Snape secara "tidak sengaja" keceplosan bahwa Lupin adalah manusia serigala, karena kemarahan akibat lolosnya Sirius Black dari genggamannya.

Di akhir Harry Potter and the Goblet of Fire, ketika Dumbledore berusaha meyakinkan Fudge bahwa Voldemort telah kembali, Snape menunjukkan Tanda Kegelapan yang tampak jelas di lengannya, menandakan bahwa Voldemort benar-benar kembali. Tapi Fudge mengabaikannya. Kemudian Dumbledore segera mengutusnya untuk sebuah tugas rahasia, yang kemudian terungkap dalam Order of the Phoenix, yaitu memata-matai Voldemort.

Dalam Harry Potter and the Order of The Phoenix, Snape atas suruhan Dumbledore memberi pelajaran Occlumency pada Harry. Snape dipilih karena dia adalah Occlumens yang hebat. Tapi pelajaran ini gagal total. Harry curiga Snape justru membuka pikirannya agar dapat dimasuki Voldemort, sementara Snape marah besar ketika Harry kepergok melihat kenangan terburuknya dalam Pensieve. Menjelang akhir cerita, menurut Dumbledore, Snape memastikan bahwa Sirius baik-baik saja ketika Harry mendapat penglihatan bahwa Sirius tertangkap oleh Voldemort. Snape pun mencari Harry ke Hutan Terlarang ketika ia dan Umbridge tidak juga kembali. Dan Snape segera mengontak anggota Orde Phoenix lain untuk segera membantu Harry di Kementerian. Disini terdapat indikasi bahwa Snape sebenarnya berpihak pada Orde, karena komunikasi Orde adalah dengan Patronus, yang hanya dapat dilakukan oleh penyihir putih.

Snape memiliki peranan besar dalam Harry Potter and the Half-Blood Prince. Di awal cerita dikisahkan kakak-beradik Narcissa dan Bellatrix mendatangi Snape di rumahnya, Spinner's End (dan ternyata Wormtail juga ada di sana). Narcissa hendak meminta Snape untuk melindungi Draco, anaknya, yang mendapat tugas khusus dari Voldemort. Narcissa menduga tugas ini sebagai pelampiasan amarah Voldemort karena Lucius tidak berhasil mencuri ramalan di Departemen Misteri, bahkan tertangkap. Bellatrix yang tidak menyukai Snape berusaha menghalangi Narcissa dan sempat adu mulut dengan Snape. Namun akhirnya Snape bersedia melakukan Sumpah-Tak-Terlanggar, yaitu dia akan menyelesaikan tugas yang diemban Draco bila Draco terbunuh ataupun tidak sanggup melakukannya. Bila Snape tidak melakukan hal itu, maka nyawanya menjadi taruhannya.

Beralih ke Hogwarts, akhirnya Snape mendapatkan pekerjaan yang telah lama diidam-idamkannya, guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Harry tidak menduga bahwa akhirnya Dumbledore mempercayakan Snape untuk mengajar subyek yang disukainya itu. Harry yang semula gembira karena tidak akan bertemu Snape lagi, terpaksa menelan kekecewaannya. Semula Harry tidak akan meneruskan pelajaran Ramuannya, karena Snape tidak mengijinkan muridnya yang tidak mendapatkan nilai "O" (Outstanding- Luar Biasa) dalam Ujian OWL untuk mengambil kelas NEWT Ramuan. Namun Horace Slughorn, guru Ramuan yang baru, mengijinkan murid dengan nilai "E" (Exceed Expectations - Di Luar Dugaan) seperti Harry, mengambil kelas NEWT-nya. Harry yang tidak membeli buku Ramuan, mendapat pinjaman buku sekolah, yang bertuliskan "Milik Half-Blood Prince". Buku ini berisi tips-tips membuat ramuan, yang terkadang menyimpang dari instruksi sebenarnya, namun benar-benar memuaskan. Alhasil Harry menjadi murid kesayangan Slughorn. Hermione menyelidiki tentang Prince, dan yang dapat ditemukannya adalah Eileen Prince, ketua Gobstone, seorang siswa yang belajar di Hogwarts bertahun-tahun yang lalu. Harry membantah anggapan ini, karena yakin bahwa Prince adalah seorang laki-laki. Namun di akhir cerita terungkap bahwa pemilik buku itu adalah Snape, dan Snape pun mengetahui bahwa Harry yang membawa bukunya karena Harry menggunakan mantra Sectusempra terhadap Malfoy. Snape-lah yang menciptakan mantera tersebut.

Harry diberitahu Trelawney bahwa Snape-lah yang mencuri dengar pembicaraannya dengan Dumbledore di Hog's Head ketika Trelawney hendak melamar jabatan sebagai guru Hogwarts. Harry menduga bahwa Snape juga bertanggung jawab atas kematian orangtuanya.

Di bagian akhir Snape membunuh Dumbledore dengan kutukan Avada Kedavra dan pergi meninggalkan Hogwarts.Saat membunuh Dumbledore, terlihat bahwa raut wajah Snape terlihat seperti marah,padahal ekspresinya tersebut bukanlah berarti dia benci pada Dumbledore, namun benci akan dirinya yang harus membunuh orang yang sangat dia hormati.

Snape menjadi kepala sekolah Hogwarts, setelah Kementerian Sihir diambil alih oleh Pelahap Maut. Snape juga ditugaskan untuk memberikan pedang Godric Gryffindor pada Harry tanpa ketahuan identitasnya. Sampai akhirnya dia dibunuh oleh Voldemort, penyamarannya sebagai Pelahap Maut tidak terungkap, dan menjadi musuh Orde Phoenix dan Guru Hogwarts. Dalam keadaan sekarat, dia memberikan memorinya pada Harry, dan memohon Harry untuk melihatnya. Hal ini menunjukan kepada siapa sebenarnya kesetiannya selama ini, kepada Orde Phoenix yang di bawah Dumbledore bukan kepada Pelahap Maut di bawah Voldemort, meskipun semata-mata karena kecintaannya pada Lily Evans. Hal ini terungkap di mana patronusnya adalah rusa betina yaitu patronus yang sama dengan Lily, yang ditunjukannya ke Dumbledore untuk membuktikan persaannya selama ini kepada Lily.

http://migasnet01hasan716.blogspot.com/search/label/Hobby


Baca selengkapnya disini......